Polemik Bekas Penggusuran Rumah Warga Oleh PT Pelindo II Teluk Bayur

oleh -476 views

Padang, sumbartoday.co.id
Bekas penggusuran rumah warga pada tahun 2017 lalu oleh PT Pelindo II Teluk Bayur menjadi momok menakutkan bagi warga masyarakat yang masih tinggal di Teluk Bayur  karena lebih kurang 3 tahun dibiarkan terbengkalai dan tidak terurus sehingga sudah menjadi hutan kecil yang menjadi sarang bagi hewan melata, hal ini berakibat pada sering munculnya binatang berbisa seperti ular, ditambah lagi dengan minimnya  penerangan di lokasi tersebut.

Udin salah satu warga yang di temui sumbartoday.co.id mengatakan saya sering pulang malam dari bekerja, dan telah beberapa kali melihat ular seukuran betis orang dewasa melintas di daerah ini. Begitu juga dengan warga yang lainya Susi selaku ketua RT 03 kelurahan Teluk Bayur mengatakan pihaknya sudah sering mendapat laporam kemunculan hewan berbisa dari semak belukar bekas penggusuran tersebut, untuk itu kami akan melakukan gotong royong bersama pada hari Minggu (25/10) guna memperlihatkan kepada pihak PT Pelindo II bahwa masih ada masyarakat yang tinggal diTeluk Bayur.

Dilain tempat Jon selaku ketua RW 02 kelurahan Teluk Bayur juga sangat menyayangkan sikap dari PT Pelindo II yang hanya diam melihat bekas penggusuran rumah warga di biarkan terbengkalai dan tidak terurus sehingga telah menjadi semak belukar. Kalau memang lahan tersebut belum di perlukan kenapa dahulu harus di gusur,  atau ini hanya akal-akalan para pengusa PT Pelindo II Teluk Bayur saja untuk mecari keuntungan, pungkasnya dengan nada geram.  Apa mereka tidak berfikir jika bekas penggusuran ini akan menjadi semak belukar dan membahayakan bagi warga lainya terutama anak-anak yang melintas di lahan bekas penggusuran tersebut.

Harapan saya selaku ketua RW 02 di Teluk Bayur ini supaya para pengusa PT Pelindo II Teluk Bayur menaruh perhatian dan membuka mata bahwa masih ada warga masyarakat yang masih tinggal di Teluk Bayur tutupnya kepada sumbartoday.co.id

-Evi Suandi-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *