Pengedar Merkuri Ilegal Antar Provinsi Akhirnya Dibekuk Satreskrim Polres Dharmasraya

oleh -56 views

Dharmasraya,Sumbartoday.co.id-Perdagangan gelap merkuri atau hydrargyrum (Hg) di Kabupaten Dharmasraya berhasil diciduk Jajaran Satreskrim Polres Dharmasraya, Sebanyak 46 Botol yang berisikan air raksa/Merkuri dengan berat 46 Kg,satu unit mobil fortuner warna hitam Nopol BM1392KM, berhasil diamankan termasuk Pengedarnya, di jalan Lintas Km 200 Kenagarian Gunung Medan, Jum’at (27/11).

Merkuri merupakan senyawa kimia yang banyak digunakan untuk melarutkan emas pada pertambangan tanpa izin. Penggunaan merkuri mengancam kesehatan lingkungan.

Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah melalui Kasatreskrim AKP Suyanto, membenarkan anggotanya mengamankan puluhan botol, yang Berisikan Bahan berbahaya diduga jenis Air Raksa/ Merkuri yang sudah dikemas dan siap edar, ucapnya.

Sementara ,pengungkapan kasus ini merupakan tindak lanjut dari adanya laporan bahwa ada warga dari provinsi Riau, membawa air raksa bahan berbahaya yang akan dijual diedarkan diwilayah hukum polres Dharmasraya.

“Berangkat dari informasi itu, kami lakukan razia didepan Mako polres KM 200 Nagari Gunung Medan Kecamatan Sitiung, akhirnya Pelaku Ridwan 42(Th) warga Desa Petai Kelurahan Petai, Sungai Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, berhasil kita amankan bersama Barang Bukti, sementara itu keterangan dari Pelaku Air Raksa/Merkuri didapat dari daerah asalnya,”

Lebih lanjut, Ia mengatakan, dalam pemeriksaan, tersangka terbukti tidak memiliki izin usaha atau edar bahan berbahaya tersebut, dan
Harga merkuri per botol dijual sebesar Rp2 juta dan ia beli sebesar Rp.1juta, maka pelaku ini meraup keuntungan Rp.1juta dalam setiap botolnya,” kata dia.

Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku mengakui Air Raksa/merkuri di Perjualbelikan kepada toko emas yang ada di wilayah Dharmasraya, Dan Pelaku ini, sudah menjalankan usaha ilegalnya sejak tiga bulan belakangan, ungkapnya.

Pelaku bersama barang Bukti telah kita amankan di Makopolres Dharmasraya, sedangkan Pelaku ini kita jerat dengan Pasal 104 dan atau 106 undang undang no 7 tahun 2014 ttg perdagangan dan atau pasal 62 ayat (1) Jo pasal 8 ayat (1) huruf a, huruf i, dan huruf j undang undang no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen Jo Peremendag nomor : 75/M-DAG/PER/10/2014 sebagai perubahan kedua atas Permendag nomor : 44/DAG/PER/9/2009 ttg pengadaan, distribusi dan pengawasan bahan berbahaya. (Bambang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *