Diduga Ada Sesuatu, KPPS Birugo Tidak Libatkan Pemuda

oleh -2.938 views

Bukittinggi, sumbartoday.co.id
Pesta demokrasi seharusnya berjalan dengan penuh suka cita, hal ini justru bertolak belakang dengan apa yang terjadi di Kelurahan Birugo, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, Kota Bukittinggi. KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) Birugo menolak pemuda Birugo untuk ikut serta dalam Pilkada tahun ini.

Sebut saja HEN (red) yang merasa kecewa dengan keputusan tak berdasar oleh KPPS di Kelurahan Birugo. Kepada sumbartoday.co.id Hen menjelaskan kami pemuda Kelurahan Birugo tidak diperbolehkan terlibat dalam pesta demokrasi yang sebentar lagi akan dilaksanakan, padahal kami telah mendaftarkan diri sebagai Linmas tapi ditolak dengan alasan yang tidak dapat dibuktikan sama sekali ujar Hen geram.

Kami di pojokkan dan di tuduh menjadi bagian dari tim pemenangan pasangan tertentu hanya karena kami duduk di salah satu warung kopi yang kebetulan ada foto pasangan calon walikota dan wakil walikota tertentu, apakah itu salah ucap Hen penuh tanda tanya. Kami hanya duduk diwarung kopi, bukan diposko pemenangan Paslon tertentu, jika itu dianggap sebagai kesalahan seandainya jika foto salah satu Paslon tersebut terpampang digerbang kelurahan berarti kami juga tidak boleh masuk ke kelurahan tersebut ucap Hen sedikit kesal.

Yang lebih anehnya lagi salah satu dari Linmas terpilih bukan merupakan warga yang berdomisili di Birugo, diketahui beliau merupakan warga yang berdomisili di Sungai Pua, Kabupaten Agam, apakah ini sudah sesuai dengan aturan yang berlaku? Kenapa orang yang jelas-jelas berdomisli diluar Kelurahan Birugo bisa diangkat menjadi Linmas sedangkan kami Putera daerah tidak diikut sertakan. Malahan ketua KPPS menuduh kami tidak netral, serta mengatakan tidak ada satupun pemuda disini yang bisa diangkat sebagai Linmas.

Dilain tempat Heni ketua KPPS membenarkan kalau adik-adik (Pemuda) telah mendaftar jadi Petugas Keamanan TPS (Tempat Pemungutan Suara) dan setelah kami lakukan proses seleksi mereka dinyatakan lulus, akan tetapi kami menerima tanggapan dan laporan dari masyarakat bahwasanya mereka berada di pihak Paslon tertentu, bedasarkan laporan itulah kami mengambil keputusan tidak dapat melibatkan mereka sebagai Petugas Keamanan TPS. Namun saat ditanya mengenai bukti keberpihakan pemuda terhadap salah satu Paslon yang dimaksudkan Heni tidak dapat menjelaskan secara pasti, Heni berdalih bukti keberpihakan mereka pastinya diketahui oleh pihak yang telah melaporkan, karena dia pernah melihat makanya dia laporkan kata Heni kepada sumbartoday.co.id setelah itu Heni tidak mau lagi memberi keterangan dengan alasan sedang banyak pekerjaan.

-Roby-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *