‘Bagak’ Bermain Tambang Emas Ilegal, Wali Nagari Koto Beringin Dharmasraya ini

oleh -1.314 views

Dhamasraya, sumbartoday.co.id

Diduga melakukan penambangan emas ilegal dikawasan aliran sungai Batang Hari di Nagari Koto Beringin, Kecamatan Tiumang, Kabupaten Dharmasraya, jajaran Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumbar, berhasil mengamankan tujuh orang pelaku tambang, Kamis (2/7)

Penangkapan tujuh orang pelaku tambang ilegal tersebut dibenarkan Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah, melalui Kasatreskrim AKP Suyanto, bahwa dari tujuh pelaku tambang tersebut salah satunya walinagari Koto Beringin.

“Yang kita ketahui penindakan tambang yang diduga ilegal tersebut dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Sumbar, jadi untuk keterangan resminya tentu menjadi kewenangan pihak Polda. Namun dari informasi yang kami terima tujuh orang pelaku tambang tersebut salah satunya adalah Walinagari Koto Beringin,” ucap Suyanto yang ditemui sumbartoday.co.id diruang kerjanya, Jumat (3/7)

Dijelaskan Suyanto, bahwa selaian mengamankan tujuh orang pelaku, pihak Ditreskrimsus juga mengamankan satu unit alat berat excavator merek Hitachi yang diduga kuat milik Wali Nagari Koto Beringin.

“Tujuh orang pelaku sudah dibawa ke Mapolda Sumbar untuk penyidikan lebih lanjut, sementara barang bukti excavator masih dititipan pihak polda di Mapolres Dharmasraya,” tutupnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto, yang dihubungi sumbartoday.co.id mengaku bahwa pengungkapan kasus dugaan tambang yang diduga ilegal tersebut berdasarkan informasi dan laporan dari masyarakat.

“Tidak saja melakukan penambangan emas, pelaku juga melakukan kegiatan penambangan pasir dan batu yang diduga kuat menjadi tanggung jawab Wali Nagari berinisal S selaku pengelola,” ucap Satake melalui selulernya , Jumat (3/7)

Lebih lanjut dijelaskan bahwa selain wali nagari, enam penambang lainnya yakni TA (33),  M (40), M (43), RW (25), HHP (34), serta MT (40), yang merupakan pekerja tambang pasir dan batu serta emas tersebut sudah dilakukan penahanan.

“Saat ini ketujuh pelaku sudah kita lakukan penahanan di Mapolda Sumbar. Sementara barang bukti yang berhasil kita sita adalah satu unit excavator merek Hitachi 210 warna orange, satu unit mesin robin, satu slang air, satu unit alat dulang, satu lembar karpet, dua unit aki, dua unit baskom, dan satu botol plastik yang masih bercampur air raksa,” pungkas Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto.

-Bambang-

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *